Dakwah
merupakan pekerjaan terbaik, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT :
وَمَنْ
أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي
مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Artinya : siapakah
yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah,
mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku Termasuk
orang-orang yang menyerah diri?" (Q. S. Fushshilat : 33 )
Namun
dalam berdakwah seseorang harus pandai dalam menyampaikannya. Terkadang
penyampaian yang tidak/kurang pas justru mengakibatkan bukan hanya kegagalan
akan tetapi akibat buruk yang tidak kita inginkan. Ketika pendakwah berhadapan
dengan orang tua tentunya harus berbeda
saat berhadapan dengan para kawula muda. Demikian juga cara menyampaikan ketika
berhadapan dengan wanita/lelaki, orang pandai/orang biasa, petani/pengusaha,
mahasiswa/anak SD, dan sebagainya tentunya mempunyai cara yang berbeda untuk
mendapatkan hasil yang maksimal. Allah SWT dalam al-Qur’an surat an-Nahl : 125
berfirman :
ادْعُ
إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ
بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ
وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ



